logo

DPD RI Micro Site

Sabtu, 23 September 2017 | Edisi : Indonesia

Senator Asal Sumbar: Boikot Myanmar dari Keanggotaan ASEAN

Selasa, 05 Sep 2017 - 08:31:35 WIB
Ferdiansyah, TEROPONGSENAYAN
45Nofi-Chandra-DPDRI.jpg
Sumber foto : Humas DPD
Nofi Candra

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Tragedi kemanusiaan yang menimpai etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar sangat mencemaskan. Hal ini harus dihentikan agar tidak berkembang menjadi isu-isu krusial lainnya yang bisa memancing kekisruhan di wilayah ASEAN.

Demikian diutarakan anggota DPD RI dari Sumatera Barat Nofi Candra. Ia berharap, Pemerintah Indonesia mampu pro aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia, terutama di wilayah ASEAN.

"Saya sangat menyadari bahwa negara-negara ASEAN lainnya tidak mampu berbicara banyak karena terikat Piagam ASEAN, yang salah satu poinnya adalah larangan untuk ikut campur urusan negara lain," kata Nofi dalam ketarangan tertulisnya, Selasa (5/9/2017).

Namun, Nofi berpandangan, peristiwa yang menimpa etnis Rohingya merupakan tragedi kemanusiaan yang bercampur dengan kebencian terhadap etnis tertentu. Malah bisa dikatakan peristiwa ini menjurus pada genosida.

"Peristiwa Rakhine tidak lagi menyangkut urusan internal negara dan pemerintahan Myanmar, tapi ini sudah menyangkut Hak Asasi Manusia yg harus dilindungi oleh negara manapun. Myanmar tidak bisa berdalih bahwa ini adlh urusan internal, karena ini menyangkut urusan kemanusiaan," terangnya.

Dia mengaku sependapat dengan Presiden Jokowi bahwa tidak perlu lagi pernyataan kecaman-kecaman, yang terpenting saat ini adanya aksi nyata guna menyelesaikan masalah Myanmar.

Namun, timpal Nofi, aksi nyata yang telah digagas Indonesia baru tindakan permulaan. Presiden Jokowi harus melakukan konsolidasi kepada seluruh negara-negara ASEAN untuk mendesak pemerintahan Myanmar menghentikan kekerasan yang terjadi.

"Jika tindakan tersebut diabaikan, maka Indonesia harus lebih tegas dan aktif melibatkan serta memimpin negara-negra ASEAN lainnya untuk memboikot Myanmar dari keanggotaan ASEAN," tandasnya.

Selain itu, ia berharap, peristiwa di Myanmar tidak dijadikan alasan pemantik isu SARA di Indonesia. Masyarakat Indonesia harus tetap proaktif memberikan dukungan moril ataupun materil pada etnis Rohingya, namun harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Isu ini tidak boleh meluas menjadi isu persebaran kebencian trhdp agama ataupun ras tertentu," tutup Nofi.(yn)