logo

DPD RI Micro Site

Sabtu, 23 September 2017 | Edisi : Indonesia
Suara Senator

Senator Abdul Azis K : Pembantaian Muslim Rohingya Kejahatan Luar Biasa!

Sabtu, 02 Sep 2017 - 23:46:29 WIB
M Anwar , TEROPONGSENAYAN
10IMG_20170902_234422.jpg
Sumber foto : Istimewa
Anggota DPD RI, Abdul Azis Khafia

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Kekerasan terhadap muslim Rohingya, menurut Anggota DPD RI Abdul Azis Khafia adalah suatu kejahatan yang luar biasa. Oleh sebab itu dia mendesak pemerintah Indonesia mengambil langkah cepat dalam menyikapi dinamika permasalahan yang ada di Myanmar tersebut.

"Sebagai elemen bangsa Indonesia yang cinta damai dan menjunjung tinggi harkat kemanusiaan, maka saya sebagai saudara muslim menyatakan prihatin dan mengutuk keras pembantaian etnis terutama terhadap perempuan dan anak-anak yang terjadi di Myanmar," ungkap Abdul Azis Khafia, Anggota DPD RI atau Senator asal Dapil DKI Jakarta dalam pesan tertulis, Sabtu (2/9/2017).

Melihat perkembangan yang terjadi, Azis mendesak agar segera dihentikan operasi militer dan pembantaian terhadap etnis Rohingya. Sebab, menurut dia kekerasan ini menjadi tragedi kemanusiaan yang harus mendapat perhatian khusus dari warga dunia tanpa memandang etnis, ras, agama dan bangsa.

"Kita juga mendesak PBB mengambil langkah-langkah pencegahan keadaan yang lebih buruk. Harusnya pemerintah Myanmar dalam perbedaan sikap politik tidak membawa pada pelanggaran HAM yang mencabik harkat dan martabat kemanusiaan dan seringkali menempatkan perempuan, anak dan institusi keluarga sebagai pihak yang menjadi korban."

"Kita berharap tragedi Rohingya harus menjadi pembelajaran bagi pemimpin negara dan para tokoh politik untuk mengedepankan sikap adil, mengayomi dan welas asih pada rakyatnya agar tercipta keharmonisan dlm hidup berbangsa dan bernegara."

Seperti diketahui etnis Rohingya yang mayoritas muslim mendapatkan perlakuan tidak manusiawi oleh militer dan kelompok ekstrimis Myanmar. Puluhan anak-anak, wanita dan orang dewasa Rohingya meninggal dengan mengenakan menjadi sasaran aksi brutal militer dan kelompok ekstrimis Myanmar.

Perkembangan terakhir, masyakarakat Rohingya memilih lari menuju perbatasan dengan Bangladesh guna menyelamatkan diri. Meski demikian sebagaian mereka ada yang meninggal karena kapal yang mereka tumpangi tenggelam sebelum mencapai daratan.

Masyakarakat dunia mengecam keras tindakan militer Myanmar tersebut. Selain itu juga menyesalkan sikap diam pemerintah Myanmar maupun tokoh Myanmar peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi.(dia)