logo

DPD RI Micro Site

Sabtu, 23 September 2017 | Edisi : Indonesia
Aktifitas Pimpinan

Bersahabat, Ketua DPD RI Dorong Penguatan Kerjasama Indonesia-Kuba

Kamis, 15 Jun 2017 - 22:55:26 WIB
M Anwar , TEROPONGSENAYAN
53FB_IMG_1497541425786.jpg
Sumber foto : Istimewa
Ketua DPD RI Oesman Sapta saat menerima kunjungan Dubes Kuba untuk Indonesia, Nirsia Nirsia Castro Guevara di ruangan kerjanya, Senayan, Jakarta, Kamis (15/6/2017)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua DPD RI Oesman Sapta mendorong penguatan dan perluasan kerjasama bilateral Indonesia-Kuba di berbagai bidang. Terlebih lagi hubungan antara Indonesia-Kuba sudah terjalin sejak tahun 1960.

Pernyataan ini disampaikan Ketua DPD RI saat menerima audiensi (kunjungan kehormatan) Duta Besar (Dubes) Kuba untuk Indonesia Nirsia Castro Guevara di ruangan kerjanya, Senayan, Jakarta, Kamis (15/6/2017). Oesman didampingi Haripinto Tanuwidjaja, Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI dan Sudarsono Hardjosoekarto, Sekjen DPD RI.

Oesman mendukung peningkatan hubungan ekonomi, terutama perdagangan, karena dampak embargo Amerika Serikat. Apalagi, sejak tanggal 22 Januari 1960 Indonesia dan Kuba membuka hubungan bilateral. Pembukaan hubungan dimulai saat Presiden Sukarno melakukan lawatan bersejarah ke Havana. Lawatan tersebut membuka pintu gerbang hubungan kedua negara.

“Kerjasama erat antar kedua negara telah terjalin lama,” papar Oesman Sapta.

Khusus di bidang olahraga, Oesman meminta Kuba bisa terus membantu Indonesia dalam mengembangkan metode pelatihan kepada atlet-atlet tinju dan voli. Bantuan pelatihan diperlukan karena Kuba dikenal melahirkan banyak atlet berkualitas di cabang olahraga tersebut.

Selain itu, Oesman menyinggung pencalonan Indonesia sebagai anggota lembaga-lembaga dunia di bawah PBB dan forum-forum internasional seperti anggota Organisasi Maritim Internasional di London, dan anggota Mahkamah Maritim Internasional di Den Haag.

Dalam kesempatan itu, Nirsia menyingung, selama 57 tahun hubungan bilateral Indonesia-Kuba, banyak peluang memperkuat dan memperluas hubungan diplomatik kedua negara. Kedua negara telah banyak melakukan upaya dalam membangun dan menjaga hubungan tersebut.

“Saya berharap kita melakukan lebih banyak upaya. Pemerintah Kuba membuka tangan lebar untuk investasi asing, terutama Indonesia. Karena hubungan ekonomi kita masih sangat lemah,” ujar Nirsis. Dia optimistis terhadap potensi kerja sama itu.

Nirsia dalam kesempatan ini juga meminta kepada pemerintah Indonesia meningkatkan hubungan ekonomi. Saat ini di negara Kuba sedang membuka investasi asing. Indonesia diharapkan dapat membuka investasi di bidang industri kertas di Kuba.

Nirsis juga menyatakan rasa terimakasih atas dukungan Indonesia selama ini terhadap Kuba. Dan Kuba akan senantiasa akan memberikan dukungan kepada pemerintah Indonesia di forum-forum Internsional.

Kepada Oesman, dia menjelaskan perkembangan hubungan diplomatik Indonesia–Kuba, yang diawali dengan kunjungan Che Guevara, seorang pejuang revolusi Kuba, ke Jakarta tahun 1959. Sejak tahun 1960, hubungan Indonesia - Kuba semakin terjalin saat Presiden Sukarno ke Havana guna memenuhi undangan Perdana Menteri Fidel Castro.

Jejak bersejarah hubungan Indonesia-Kuba ialah Sukarno menyematkan medali kehormatan kepada Fidel. Sukarno juga memberikan keris kepada pemimpin negara penghasil cerutu itu.(dia)