logo

DPD RI Micro Site

Sabtu, 23 September 2017 | Edisi : Indonesia
Aktifitas Komite

Jelang Lebaran 2017, Senator Ini Cek Kesiapan Transportasi Umum

Senin, 05 Jun 2017 - 21:27:06 WIB
Ferdiansyah , TEROPONGSENAYAN
4120170605_212218.jpg
Sumber foto : Istimewa
Anggota DPD RI Parlindungan Purba dan Dailami Firdaus mengecek kondisi ban sebuah bus antar kota saat melakukan kunjungan ke Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (5/6/2017)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Menghadapi mudik lebaran, Senator yang juga Anggota Komite II DPD RI, Senin (5/6/2017) meninjau stasiun kereta api Gambir dan terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Pulogebang. Kunjungan itu bertujuan untuk memantau kesiapan moda transportasi umum.

Dalam kunjungan selama satu jam di stasiun Gambir, Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba mengatakan fasilitas yang terdapat di stasiun Gambir sudah cukup memuaskan, terlihat dari kondisi ruang tunggu stasiun yang bersih, begitu pula toiletnya. Selain itu, tersedianya mushola yang memudahkan umat muslim untuk beribadah masyarakat sudah merasa cukup puas dengan fasilitas di stasiun Gambir.

Namun, Parlin berharap berbagai fasilitas terus dikembangkan untuk kepuasan pelanggan menjelang mudik lebaran. Tak hanya soal fasilitas, Parlin berharap agar ketersediaan tiket bisa diakomodir oleh Pihak PT KAI, untuk mengantisipasi masyarakat yang kehabisan tiket dan menciptakan sistem pembelian tiket yang bebas calo.

"Saya harap bisa ditambah kuota tiket bagi masyarakat yang tentu saja diimbangi dengan ketersediaan armada kereta apinya. Untuk pembelian tiket sekarang memang sudah didukung dengan metode pembelian online, namun jangan sampai dimanfaatkan oleh calo-calo tiket yang tentu saja membuat masyarakat resah," tegasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Stasiun Gambir, Rizki Afrida mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa upaya dalam menghadapi lonjakan penumpang pada saat arus mudik maupun arus balik tahun ini. Diantaranya, tambahan gerbong dan kereta tambahan.

"Kami juga sudah siapkan penambahan posko keamanan, posko kesehatan, kemudian terkait dengan ketersedian tiket kereta, kami sudah siapkan 6 kereta tambahan, dan akan ada penambahan kereta juga dari keberangkatan Stasiun Senen yang akan mengakomodir penumpang yang tidak mendapatkan tiket di Stasiun Gambir," ujar Rizki.

Dikesempatan yang sama Kasubid Angkutan Orang, Kementerian Perhubungan, Ahmad Yani, menambahkan soal kesiapan operasi 6 kereta tambahan yang dibuat oleh PT INKA , "Dari 6 itu 4 sudah siap dan akan operasi tanggal 15 juni 2017, lalu 1 lagi minggu ini masih diuji dan 1 lagi akan diuji minggu depan. Kereta tersebut akan beroperasi dengan rute Jakarta ke area sekitaran Jawa, Surabaya, Yogjakarta dan Madiun," pungkas Yani.

Masih menurut Yani, untuk menciptakan kenyamanan penumpang, PT KAI juga menyediakan angkutan motor gratis bagi penumpang kereta api dengan kuota 21.000 kendaraan motor. “Jadi penumpang bisa naik kereta api. Nah motornya bisa diangkut juga oleh kereta api secara gratis,” tutupnya.

Setelah dari Stasiun Gambir, Parlindungan Purba didampingi oleh Senator DKI Jakarta, Dailami Firdaus melakukan kunjungan ke Terminal Pulo Gebang, untuk mengecek kesiapan armada bis AKAP dalam mengakomodir arus mudik lebaran 2017.

Senator DKI Jakarta, Dailami Firdaus menggunakan kesempatan tersebut untuk bertanya kepada awak bis. Salah satu awak perusahaan bis AKAP, Roni mengeluhkan masih banyak terminal bayangan yang beroperasi, sehingga berdampak kepada penghasilan mereka.

"Sesuai peraturan menteri perhubungan seharusnya operasional bis AKAP sudah dipusatkan di Terminal Pulo Gebang, tapi kendalanya stasiun Pulo Gadung, Rawa Mangun, Priuk itu masih beroperasi juga bis AKAP-nya sehingga merugikan kami yang taat untuk pindah ke Pulo Gebang," tuturnya.

Dailami dan Parlindungan Purba juga mengecek kesiapan unit bis yang akan berangkat. Menurut Dailami hal ini menjadi penting karena bis lah yang menentukan selamat tidaknya dalam sebuah perjalanan.

“Saat run check ini kita mengecek unsur administrasi, STNK, SIM, perlengkapan kendaraan, lampu-lampu dan lain lain, karena ketika dijalan maka sepenuhnya kita mengandalkan keselamatan kita kepada pengendara bis dan tiap komponen bis untuk berfungsi sebagaimana mestinya, jika rem atau kopling blong bahkan ban nya tidak layak, maka akan berpotensi terjadinya kecelakaan di jalan,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Unit Pelayanan Terminal, Ismanto mengatakan konsultasi dan diskusi dengan perusahaan-perusahaan bis AKAP di lingkungan terminal Pulo Gebang sudah dilaksanakan, sedangkan untuk Perusahaan bis diluar pulo gebang masih dijajaki, dirinya berharap ke depan seluruh perusahaan bis Akap bisa tertib.

“Saya berharap ke depan seluruh perusahaan bis AKAP termasuk loket-loket penjualan tiket bisa terintegrasi di Terminal Pulo Gebang, sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan. Dengan begitu diharapkan dapat meminimalisir adanya calo serta demi kelancaran perjalanan arus mudik, karena di Pulo Gebang ini langsung mengakses ke Tol Jorr Jagorawi Cikampek,” katanya.

Direktur keselamatan transportasi darat Kementerian Perhubungan Eddi mengatakan, perusahan bis di luar terminal Pulo Gebang itu sudah dipanggil dan melaksanakan rapat bersama dengan kemenhub agar dipindah ke dalam terminal pulo gebang. Dan masalah terminal bayangan ini akan segera diatasi oleh Kemenhub

“Wewenang untuk memindahkan terminal bayangan berada di Provinsi DKI maka permasalahan terminal bayangan ini sepanjang izin sudah habis maka akan kita larang, DISHUB DKI juga menindak di jalan maupun pul pul Bis yang masih nekat beroperasi,” tegas Eddi.

Dailami berharap agar Terminal Pulo Gebang bisa beroperasi dengan maksimal. “Untuk Fasilitas sudah cukup baik disini, namun penumpang masih sedikit dan tak jarang bis hanya membawa kurang dari 10 penumpang sekali jalan, nah akses yang mudah untuk mencapai ke Pulo gebang ini harus dicarikan solusinya, apalagi memang masih banyak kalangan masyarakat yang belum tahu tentang keberadaan Terminal ini yang memang sudah sesuai peraturan menjadi terminal inti untuk bis AKAP dan terminal-terminal bayangan ini diharapkan bisa bergabung disini agar tidak merugikan,” tutupnya.

Senada dengan dailami, Ketu Komite II DPDP Parlindungan Purba ingin menerapkan pengecekan unit bis di daerah-daerah agar terwujud kenyamanan dan keselamatan bagi para penumpang,

“Komite II akan kerjasama dengan kementerian dan dinas di daerah akan melakukan Run Check terhadap kendaraan-kendaraan transportasi umum, untuk menghindari kecelakaan. Dan Soal terminal bayangan kita akan sampaikan dengan kementerian, jika terminal sudah layak dan terintegrasi maka diharapkan orang asing juga tak sungkan untuk bepergian dengan bus AKAP yang nyaman terminalnya seperti di bandara,” ucap Parlin.

Hasil inspeksi ke Stasiun Gambir dan Terminal Pulo Gebang ini rencananya akan disampaikan Parlindungan Purba saat Rapat Dengar Pendapat Komite II DPD RI bersama dengan Menteri Perhubungan dalam waktu dekat ini. (dia)