logo

DPD RI Micro Site

Sabtu, 25 November 2017 | Edisi : Indonesia
Aktifitas Pimpinan

OSO Ajak Elemen Bangsa Jaga Pancasila

Selasa, 30 Mei 2017 - 18:55:00 WIB
syamsul bachtiar, TEROPONGSENAYAN
9OesmanSaptaOdangOSO.jpg
Sumber foto : ist
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Oesman Sapta Odang (OSO)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) meminta semua elemen bangsa, termasuk mahasiswa, untuk terus menjaga dan melindungi Pancasila dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab.

OSO menyampaikan hal itu saat membuka seminar kebangsaan dan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Mahasiswa Pancasila (MAPANCAS) Periode 2017-2020, di Gedung MPR RI Jakarta, Selasa (30/5/2014).

Menurutnya, Indonesia adalah negara yang dibangun untuk semua golongan,suku,adat istiadat, dan semua pemeluk agama yang diakui oleh negara. Oleh karenanya Pancasila dinilai memiliki nilai penting yang tidak dimiliki oleh negara lain. OSO berpesan agar seluruh elemen bangsa dan negara dapat menjaga dan melindungi Pancasila.

"Saat ini sering ada permasalahan yang timbul, karena telah berkembang pikiran dan sikap dari sekelompok orang di masyarakat yang menyatakan bahwa yang berbeda agama, suku dan berbeda keyakinan adalah musuh. Saya nyatakan sikap itu adalah salah, karena sudah merupakan berkah bagi Indonesia bahwa menjadi beraneka ragam dalam satu kesatuan NKRI ini karunia Allah SWT yang luar biasa," ujarnya.

Karena itu, kata senator asal Kalimantan Barat tersebut, nilai-nilai Pancasila harus diterapkan dalam diri pribadi seseorang. Pancasila memiliki nilai-nilai penting dalam menciptakan kerukunan dan persatuan di atas berbagai perbedaan.

"Pancasila juga dapat digunakan sebagai dasar kebangsaan masyarakat Indonesia yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara," kata dia.

OSO berharap dengan adanya tanggung jawab kebangsaan yang baik dapat memperkuat pembangunan bangsa dan negara Indonesia secara komprehensif, merata, dan kooperatif. Dengan demikian akan tercipta Indonesia yang harmonis dan keselarasan sebagai bagian dari pembangunan.

Menurut OSO, beberapa situasi buruk yang terjadi akhir-akhir ini diakibatkan melemahnya rasa nasionalisme di sekelompok masyarakat. Pikiran dan tindakan yang sangat bertentangan dengan Pancasila, dan konsensus berbangsa memiliki potensi merasuk dalam pikiran anak-anak tingkat sekolah dasar.

"Ada anak-anak kecil yang meneriakkan bunuh-bunuh kepada seseorang karena dari etnis lain. Ini sangat meresahkan dan harus disikapi dengan segera," jelasnya.

Dengan demikian, kata OSO, Pancasila diterapkan untuk mewujudkan pembangunan di Indonesia. Dengan pikiran dan sikap yang adil, maka tidak akan ada lagi kesenjangan.

"Pelan namun pasti, bersama Presiden Jokowi yang didukung oleh rakyat maka pemerataan pembangun di seluruh daerah akan dapat segera dinikmati. Sejarah telah membuktikan bahwa di tangan pemuda dan mahasiswalah berbagai perubahan dan perbaikan di dunia ini dapat benar-benar terjadi," pungkasnya. (plt)