logo

DPD RI Micro Site

Sabtu, 25 November 2017 | Edisi : Indonesia
Aktifitas Pimpinan

Ketua DPD RI Didaulat Jadi Bapak Tuna Netra Indonesia, Ini Alasannya

Minggu, 28 Mei 2017 - 01:59:54 WIB
Ferdiansyah , TEROPONGSENAYAN
22FB_IMG_1495911212227.jpg
Sumber foto : Istimewa
Ketua DPD RI Oesman Sapta saat menyerahkan Quran Braille Digital kepada 1.000 orang muslim penyandang difabilitas netra se-Jabodetabek yang berlangsung di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (4/5/2017)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua DPD RI, Dr. Oesman Sapta didaulat menjadi Bapak Tuna Netra Indonesia. Alasannya, karena dinilai memberikan atensi tinggi terhadap para penyandang difabilitas tuna netra.

Salah satunya dukungan itu ditunjukkan melalui acara penyerahan Quran Braille Digital kepada 1.000 orang muslim penyandang difabilitas netra se-Jabodetabek yang berlangsung di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Menurut pria yang kerap dipanggil OSO ini, kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Syekh Ali Jaber ini sangat baik dan harus didukung. Wakaf Quran Braille akan sangat membantu untuk para penyandang difabilitas tuna netra dalam mendalami Alquran, meski berada dalam keterbatasan.

"Saya mendukung penuh bantuan kepada disabilitas netra muslim untuk dekat dengan Al-Quran, adalah hal terbaik dengan memberikan bantuan berupa Al-Quran Braille Digital kepada 1000 orang disabilitas netra sehingga memudahkan mereka untuk memahami Al-quran," katanya.

Terlebih lagi kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan. “Hari ini saya senang sekali bisa hadir bersama dengan saudara kita seribu orang muslim yang Insha Alloh dimuliakan oleh Allah SWT. Untuk menyambut bulan suci Ramadhan, semoga harapan hak saudara-saudari untuk dekat dengan Alquran bisa terwujud dengan izin Alloh karena hari ini akan diserahkan bantuan Quran braille digital kepada saudara kita yang memiliki keterbatasan dalam melihat," tandasnya.

OSO menambahkan, akan berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan dan dilaksanakan dengan dukungan pemerintah dan swasta.

"Semoga acara mulia ini bisa dilaksanakan berkelanjutan agar bisa membantu hak para saudara kita yang difabilitas netra untuk memiliki Quran braille digital ini. Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Sosial diharapkan berpartisipasi mendukung kegiatan senada," tukasnya.

Senator asal Kalimantan Barat ini juga menghimbau agar masyarakat bisa meneladani orang yang disabilitas netra. Dengan keterbatasan penglihatan mereka tetap ridho menjalani hidup, walaupun tidak bisa melihat, namun tidak dengan hatinya yang lebih peka dan ikhlas.

“Hari ini adalah hari kebangkitan tunanetra, mata boleh buta, hati yang tidak pernah buta. Hati lebih tajam dari mata, hati bisa membunuh dan menyakiti orang, ketika orang bisa melihat belum tentu bisa melihat apa apa. Oleh karena itu saya bangga dengan keluarga tunanetra,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan, Syekh Ali Jaber menyampaikan terimakasihnya kepada Ketua DPD RI karena telah memberikan kontribusi dalam kegiatan ini. “Dalam kesempatan ini saya berterimakasih kepada Bapak Oesman Sapta atas sumbangannya senilai Rp. 500 juta. Semoga ke depan semakin banyak yang lebih peduli dengan nasib para penyandang tuna netra,” ungkapnya.

Selain di Jakarta Program wakaf Quran tersebut juga dilaksanakan di Lombok, Makassar, jogja, Semarang dan sudah diberikan sekitar 7000 Quran kepada kaum difabilitas netra.(dia/dpd)